- Bacalah skripsi mahasiswa program studi Anda dan tulis judul serta buat kerangka karangannya. Berikan komentar singkat Anda terhadap isi skripsi
- Carilah 5 sumber yang disebut dalam skripsi tersebut atau pembanding artikel yang Anda unduh lewat internet. Dapat juga dicari lewat perpustakan.
- Hasil unduhan harus jelas alamatnya dan waktu pengunduhan untuk dapat dicek ulang. Jika lewat perpustakaan harus jelas sumber bukunya. Anda pun diminta mengulas paling panjang 100 kata-kata tentang ide masing masing tulisan tersebut.
- Hasil kerja Anda harus dikirim ke email dosen pevoteftunj@gmail.com dan masuk ke Blog Anda dan diperiksa lewat internet.
Judul skripsi : Peningkatan Hasil Belajar Melakukan Instalasi Sound System (MISS) Dengan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe TAI ( Team Assisted Individualization ) Di Kelas XI AV SMK Negeri 5 Jakarta
Kerangka Karangan
1 . PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Perumusan
Masalah1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kegunaan Penelitian
2. KERANGKA TEORETIS, KERANGKA BERFIKIR, DAN HIPOTESIS TINDAKAN
2.1 Kerangka Teoretis
2.1.1 Hakikat Belajar
2.1.2 Hakikat Hasil Belajar
2.1.3 Teori Belajar Konstruktivistik
2.1.4 Melakukan Instalasi Sound System (MISS)
2.1.4.1 Mengindentifikasi Bagian Sound System
2.1.4.1.1 Mikrofon
2.1.4.1.2 Radio
2.1.4.1.3 Compact Cassette Recorder
2.1.4.1.4 VCD dan DVD PLAYER
2.1.4.1.5 Preamplifier Microphone ( Preamp Mic )
2.1.4.1.6 Preamplifier Head
2.1.4.1.7 Tone Control
2.1.4.1.8 Equalizer
2.1.4.1.9 Power Amplifier
2.1.4.1.10 Speaker
2.1.4.2 Menginstall Sound System Dengan Menggunakan Speaker Aktif
2.1.4.2.1 Konektor dan Pengkabelan
2.1.4.2.2 Speaker Pasif dan Speaker Aktif
2.1.4.2.3 Mempraktikan Instalasi Audio System Menggunakan Speaker Aktif
2.1.4.3 Menginstall Sound System Dengan Menggunakan Speaker Aktif
2.1.5 Pembelajaran Kooperatif
2.1.6 Pembelajaran Kooperatif Tipe ( Team Assisted Individuaization ) TAI
2.2 Kerangka Berfikir
2.3 Hipotesis Tindakan
3. METODOLOGI PENILITAN
3.1 Tujuan Penelitian
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
3.3 Subjek Penelitian
3.4 Prosedur/Siklus Penelitian
3.4.1 Perencanaan
3.4.2 Tindakan
3.4.3 Pengamatan
3.4.3 Refleksi
4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data Hasil Penelitian
4.1.1 Siklus I
4.1.2 Siklus II
4.1.3 Siklus III
4.2 Analisa Data
4.2.1 Siklus I
4.2.2 Siklus II
4.2.3 Siklus III
4.3 Pembahasan
4.3.1 Pembahasan Angket Siswa
4.3.2 Pembahasan Instrumen Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
4.4 Kendala
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Komentar tentang isi skripsi:
Skripsi yang ditulis oleh penulis sangatlah bermanfaat guna meningkatkan hasil belajar Melakukan Install Sound System (MISS) sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang berada disetiap sekolah. Dari Penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa dengan menggunakan metode tersebut siswa merasa terpancing motivasinya untuk belajar lebih baik dalam Melakukan Instalasi Sound System.
5 sumber dari skripsi:
1. Bagoes Noegroho.
2010. Prinsip Kerja Compact Cassette Recorder (Tape Recorder)
SMK Negeri 5 Surabaya
2. Budy Kurnia. 2008. Amplifier: Cara kerja & Permasalahannya.
Streetbass Forum
3. Fadilla Mutiarawati. 2009.
Definisi , Pengertian, Tips, Jenis,
Macam, Kualitas dan
Region Code DVD. Universitas Bangka
Belitung
4. Hendra Santosa. 2010. Tape Recorder. Fasilitas Bloging ISI
Denpasar
5.
Mardiyan Nur K. 2009. Jenis – Jenis
Microphone. SMK N 1 Cilacap
5 sumber yang dicari beserta ulasan tentang ide masing-masing tulisan:
1. Beberapa komponen yang dirangkai
terpadu untuk dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan berkaitan dengan suara/bunyi
(auditif).
“Tata
suara” barangkali terjemahan paling mendekati untuk istilah “sound system”.
Namun para praktisi lebih menyebut Sound Sistem untuk seperangkat peralatan
reproduksi suara yang meliputi microphone, kaset/tape recorder - player, mixer
(pencampur suara), amplifier, speaker monitor. sound system terdiri atas
beberapa komponen yang dirangkai terpadu untuk dapat melakukan
pekerjaan-pekerjaan berkaitan dengan suara/bunyi (auditif).
2. Cara untuk mendapatkan kualitas suara yang mungkin baik dan bagus untuk di dengar
Sebenarnya suara atau musik
merupakan hal yang sangat subyektif,yang lebih lucunya bagaimana para insinyur
dan teknisi dapat berlama-lama untuk mendesain dan menguji sebuah sound system
dengan menggunakan alat yang mewah dan mahal hanya untuk mendapatkan suara yang
sempurna.padahal kebanyakan dari kita hanya mendengarkan secara sepintas saja
dan menilai baik atau tidaknya sound tersebut.mungkin inilah yang dikatakan
audio adalah hal yang sangat subyektif,untuk dari itu kitalah nantinya yang
akan berperan aktif dalam mewarnai suara tersebut pada saat pelaksanaan
dilapangan.
3. Kumpulan dari beberapa peralatan elektronik yang didesain untuk memperkuat sinyal suara dan musik supaya dapat didengar oleh orang banyak.
sebuah
sistem tata suara adalah kumpulan dari beberapa peralatan elektronik yang
didesain untuk memperkuat sinyal suara dan musik supaya dapat didengar oleh
orang banyak (lebih dari satu orang) (dalam Fry, 1991). Dari kesimpulan
sederhana ini, sebenarnya kita dapat menjumpai sistem tata suara ini di
berbagai tempat seperti acara-acara konser yang melibatkan grup-grup band yang
banyak dan atau memiliki nama yang cukup dikenal banyak kalangan hingga
sifatnya hanya berupa “corong” pengumuman yang dapat kita jumpai di
bandara-bandara atau di sekolah-sekolah.
4. Suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain lain.
Tata
Suara memainkan peranan penting dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi
satu bagian tak terpisahkan dari Tata Panggung dan bahkan acara pertunjukan itu
sendiri. Tata Suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa
terdengar kencang tanpa mengabaikan kualitas dari suara-suara yang dikuatkan.
Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon,kabel-kabel,prosesor
dan efek suara, pengaturan konsul mixer, kabel-kabel, dan juga Audio Power
amplifier dan Speaker-speakernya.
5. Seperangkat peralatan reproduksi suara yang meliputi microphone, kaset/tape recorder - player, mixer (pencampur suara), amplifier, speaker monitor.
sound
system terdiri atas beberapa komponen yang dirangkai terpadu untuk dapat
melakukan pekerjaan-pekerjaan berkaitan dengan suara/bunyi (auditif). Suatu
sound system berkualitas harus mampu mereproduksi frekuensi audio dari 20 Hz
sampai 20.000 Hz. Oleh karenanya semua komponen sound system atau Sewa
Lighting & Sewa
Alat Musik (microphone,
kaset/tape recorder - player, mixer, amplifier, speaker monitor) harus mampu
merespon seluruh bidang frekuensi audio seperti disebut di atas.
ULASAN SINGKAT MENGENAI SKRIPSI
Sound
system adalah suatu sistim tata suara agar, suatu ruangan atau area, bisa
mendengarkan yang bersumber dari suara hasil rekaman atau langsung menggunakan
microphone atau yang berasal dari peralatan elektronik misalnya peralatan band.
Model
pembelajaran cooperative learning tipe TAI (team assisted
individualization) dapat
meningkatkan hasil belajar melakukan instal sound
system.
Pada
dasarnya mikrofon berguna untuk mengubah suara menjadi getaran listrik sinyal
analog untuk selanjutnya diperkuat dan diolah sesuai dengan kebutuhan, pengelolaan
berikutnya dengan power amplifier dari suara yang berintensitas rendah menjadi
lebih
keras terakhir di umpan ke speaker.
Radio
adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi
dan
radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar